Pages

Ads 468x60px

Text Widget

Minggu, 19 Agustus 2018

Penyumbang atau solusi bagi pengangguran di negara kita

Tahun 2016 merupakan titik awal dari berjalannya kesepakatan Masayarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sejak di berlakukannya MEA penyiapan sumber daya manusia melalui PMK akan semakin penting untuk menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan pekerjaan. Menurut penjelasan undang-undang nomor 20 tahun 2003 pasal 15 dikemukakan bahwa “pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu”. Lebih lanjut menurut PP No 13 tahun 2015 dikemukakan bahwa “Standart Kompetensi Lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya”. Lulusan SMK diharapkan mampu bekerja mandiri/berwirausaha maupun bekerja pada pihak lain. Keberadaan SMK sebenarnya untuk menjawab perkembangan tuntutan kebutuhan pembangunan wilayah/daerah dalam kaitanya dengan perencanaan dan pengembangan ketenagakerjaan untuk memacu pertumbuhan pembangunan disegala bidang. Berdasarkan tingkat pendidikan menurut BPS pada bulan Februari 2017 menyatakan bahwa lulusan smk menempati peringkat tertinggi penyumbang pengangguran yaitu sebesar 9,27% (detik.com). penyebabnya adalah rendahnya soft skill yang dimiliki oleh lulusan SMK dibanding SMA. Soft skill adalah kemampuan sosiologis yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, keterampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan dan optimisme yang mencirikan seseorang berhubungan dengan orang lain. Sedangkan hard skill adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang berupa keterampilan teknis seperti keuangan, komputer, penguasaan teknologi dan keterampilan kerja. Hard skill dapat dilihat/diukur dari riwayat pelatihan atau pendidikan sedangkan soft skill di dapat dari pengalaman dan berorganisasi. Keterserapan lulusan SMK tidak bisa lepas dari peranan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri), DUDI merupakan mitra sekolah dalam mensukseskan pendidikan vokasi di SMK. Semakin banyak SMK menjalin kerjasama (MOU) dengan DUDI baik dalam program PSG, magang/prakerin, Uji Kompetensi, penyaluran lulusan dan lain-lain maka otomatis akan mengurangi jumlah pengangguran. Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksnakan di DUDI sangat penting bagi pengalaman siswa di dunia kerja yang sesungguhnya, melalui PKL siswa dapat mempelajari kebiasaan kerja (habbit of working), cara hidup (way of life) dengan cara belajar sambil bekerja (learning by doing) serta dapat mempromosikan dirinya telah mampu bekerja secara profesional (promotion of job). Semakin banyak DUDI di sekitar wilayah sekolah dan bidang usaha DUDI yang sesuai dengan jurusan yang ada di SMK maka kebutuhan tenaga kerja disektor usaha tersebut pada 5 sampai dengan 10 tahun yang akan datang terpenuhi. Potensi wilayah Banyuasin yang merupakan cincin kota palembang juga merupakan potensi usaha yang menjanjikan, sebagai contoh sektor peternakan, kemajuan pesat kota Palembang tentunya berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduknya, maka kebutuhan protein asal hewani pasti akan meningkat tiap tahunnya, untuk memenuhi kebutuhan itu maka dibutuhkan lulusan SMK yang berjiwa wirausaha dengan mendirikan usaha atau menjadi tenaga terampil menengah. Minat siswa dalam memilih jurusan juga menentukan atau berpengaruh terhadap terserapnya lulusan SMK. Sebagian besar peserta didik memilih program keahlian di SMK karena jurusan tersebut banyak peminatnya atau karena pengaruh temannya (ikut-ikutan) bukan karena minat dan bakatnya apalagi melihat peluang kerja. Sehingga lulusannya mengalami overload akhirnya peluang kerjanya juga mengecil. Peranan orang tua juga penting dalam masa depan anak, belum semua orang tua memahami pentingnya pendidikan bagi anak. Banyak orang tua yang acuh terhadap perkembangan pendidikan anaknya. Tingkat pengawasan orang tua terhdap anak diluar waktu belajar disekolah juga rendah. Padahal pembentukan soft skill pada anak diusia ABG sangat penting karena diusia itu mereka dalam tahap pencarian jati diri. Problem orang tua yang lain adalah biaya/dana contohnya adalah pada program PSG/magang kadang orang tua lebih memilih tempat magang yang dekat dengan alasan dana dan pengawasan tanpa memikirkan arti penting magang. Karena magang punya peranan penting dalam pembentukan karakter terutama kemandirian dan tidak kalah pentingnya adalah pengusaan kompetensi dan rekomendasi kerja setelah mereka nanti lulus sekolah. Sumber daya manusia di SMK ini sangat menentukan out put dari pendidikan di SMK. Bukan rahasia lagi bahwa tersedianya guru produktif di SMK sampai sekarang sangat minim. Hal ini karena perguruan tinggi penyedia guru produktif tidak mampu memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK. Hal ini disebabkan tidak sesuainya jumlah lulusan LPTK dengan jenis kompetensi yang dibutuhkan. Tidak semua kompetensi keahlian di smk dapat dipenuhi oleh LPTK, sedangkan jurusan S1 non kependidikan jarang yang bersedia menjadi pendidik, tentunya lebih memilih bekerja di perusahaan swasta, sehingga terjadi krisis guru produktif di smk. Pemerintah melalui intruksi presiden nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi sekolah menengah kejuruan dalam rangka peningkatan dan daya saing sumberdaya manusia Indonesia. Melalui inpres ini, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan diintruksikan untuk meningkatkan jumlah dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di SMK. Salah satu programnya adalah keahlian ganda yang diharapkan dapat memenuhi kekurangan guru produktif. Tidak kalah pentingnya disamping sumber daya manusianya pemerintah diharapkan juga lebih memperhatikan sarana dan prasarana sekolah, banyak sekali SMK yang secara standart sarana tidak memenuhi, gedung ruang belajar saja masih banyak yang kurang apalagi RPS atau peralatan dan bahan praktik. Padahal itu semua akan berpengaruh terhdap kualitas out put lulusannya, peserta didik SMK itu lebih kearah skill bukan cuma teori (SMK sastra). Dengan sarana dan prasarana yang memadai diharapkan dihasilkan lulusan yang mempunyai skill seperti yang diharapkan oleh DUDI. Bursa Kerja Khusus (BKK) merupakan lembaga yang dibentuk disekolah yang merupakan komponen penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di SMK. Melalui BKK para tamatan dipertemukan dengan pencari kerja, itu salah satu fungsi utama dari BKK disamping peranan yang lain yaitu menindaklanjuti kerjasama denga industri pasangan, menanamkan jiwa enterpreunership pada siswa, membina alumni dengan membentuk ikatan alumni yang merupakan jaringan yang penting dalam penyaluran hasil tamatan. Guru BK disekolah SMK juga perlu maksimalkan fungsi konselingnya, guru konseling di SMK berbeda dengan di SMA, guru BK di SMK mendidik siswa lebih kearah kemandirian sehingga siswa siap terjun keduania kerja setelah lulus. Guru BK di SMK juga harus selalu memperbarui pengetahuan informasi tentang dunia kerja, mengetahui karakteristik siswa SMK sehingga dapat mempersiapkan siswa setelah tamat dengan kemampuan soft skill yang tinggi. Pada tahun 2030an Pertumbuhan penduduk Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi dimana jumlah usia produktif lebih bnyak dari pada usia tidak produktif. Hal ini bila tidak ikuti dengan peningkatan kualitas sdm baik pengetahuan, penguasaan teknologi, keterampilan yang memadai untuk menjawab persaingan tenaga kerja yang semakin ketat. Penyediaan lapangan kerja juga salah satu alternatif untuk mengurangi penganggguran, pendidikan vokasi disekolah lebih diarahkan ke penumbuhan semangat kewirausahaan bukan hanya melatih mereka untuk siap bekerja kepada pihak lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Salam

Banner Header

iklan monggo

Banner Header

Anda tertarik

Banner Header

Sukses

Banner Header

Iklan disini

Banner Header

Silahkan hubungi

Banner Header

Berjamaah

Banner Header

Iklan jugo

Banner Header

085368986578

Banner Header
 
Blogger Templates