Pages

Ads 468x60px

Text Widget

Minggu, 12 Februari 2017

Raksasa raksasa perunggasan di Indonesia


PT. Charoen Pokphand Tbk.

PT. Charoen Pokphand salah satu peternakan ayam terbesar, merupakan industri terpadu yang memiliki industri pakan ayam, industri pakan udang dan peternakan ayam. Disamping itu, Charoen Pokphand  juga memiliki industri pengolahan daging ayam berupa sosis yang dipasarkan dengan merk Prima Food. Charoen Popkhand Indonesia Tbk (CPI) didirikan pada tahun 1972 dan bergerak dalam industri pakan ternak, peternakan dan pengolahan daging ayam. Perusahaan merupakan PMA (Penanaman Modal Asing) dengan pemegang saham terdiri dari PT. Central Proteinaprima, Royal Bank of Canada (Asia) Ltd., UBS AG Singapura dan public. Charoen Pokphand Group (CP Group) merupakan perusahaan multinasional terkemuka, dengan diversifikasi usaha yang luas, dan berpusat di Thailand. Secara historis aktivitas utama CP Group adalah dalam sektor agribisnis yang mencakup produksi pakan ternak dan produk-produk unggas terkemuka di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, CP Group telah melakukan diversifikasi ke sektor telekomunikasi.
Kegiatan usaha CP di Indonesia, telah dirintis sejak tahun 1970. CP di Indonesia berhasil membukukan laba bersih yang sangat berarti, meskipun Indonesia menghadapi kesulitan ekonomi pada tahun 1998. Hal ini memperlihatkan profesionalisme dari manajemen CP Group, yang tidak hanya ditunjukkan di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Tidak seperti perusahaan multinasional lain yang pada umumnya cenderung untuk memusatkan kegiatan usahanya di daerah sekitar Jakarta dan Surabaya, CP di Indonesia melakukan investasi dan membangun fasilitas produksi yang tersebar di seluruh nusantara termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Hal ini tentu saja mendukung terciptanya lapangan kerja dan pengembangan ekonomi yang merata di seluruh nusantara. Pangsa pasar CP di bidang pakan ternak mencapai sekitar 35 %, dan sisanya dibagi oleh sekitar 10 perusahaan pakan lainnya. Pada tahun 2000, estimasi populasi ayam pedaging sekitar 800 juta dan ayam petelur sekitar 45 juta ekor.
CP berkeyakinan tinggi bahwa di masa depan Indonesia sangat potensial di dalam pengembangan usaha peternakan ayam, mengingat bahwa populasi penduduk Indonesia mencapai sekitar 220 juta. Disamping itu, konsumsi daging ayam per kapita baru 4,5 kilogram, demikian juga konsumsi telur baru sekitar 49 butir per kepala. Angka konsumsi daging ayam di Indonesia tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi daging ayam di Malaysia yang telah mencapai 29 kg/kapita dan di Thailand yang mencapai 13,5 kg/kapita.
Saat ini CPI memiliki 8 pabrik pakan ternak yang tersebar di Medan, Bandar Lampung, Ancol (Jakarta), Balaraja, Semarang, Krian (Sidoarjo), Sepanjang (Sidoarjo), dan Makassar. CPI juga memiliki empat pabrik pengolahan daging (Rumah Potong Ayam), yakni di Cikande, Salatiga, Medan dan Surabaya. Rencananya akan bangun lagi satu unit di Bandung. Hingga saat ini total kapasitas produksi pakan ternak CPI sekitar 4 juta ton/tahun, yang diproduksi dari 7 pabrik. Total kapasitas produksi DOC sekitar 607 juta ekor per tahun. Adapun total kapasitas produksi ayam potong 105 ribu ton/tahun. Pangsa pasar CPI di pasar modern diklaim 72% dan di pasar tradisional 91%. PT Charoen Phokphand membangun industri pembibitan Daily Old Chicken (DOC) --bibit ayam umur harian-- dengan investasi senilai Rp 75 miliar lebih.  Saat ini CPI memiliki kapasitas produksi pakan ternak dari unit-unit pabriknya yang tersebar di Mojokerto, Jakarta dan Medan sebesar 2,6 juta ton per tahun. Pada 2006 CPI dan anak perusahaan CP Jaya Farm membeli 100% saham PT. Centralavian Pertiwi senilai Rp 30 miliar. Centralavian Pertiwi bergerak dalam bidang pembibitan DOC parent stock yang berlokasi di Subang, Bogor dan Lampung. Transaksi ini untuk memperkuat posisi CP di bidang agribisnis.
Selain memproduksi pakan ternak, CP juga memproduksi bibit ayam umur sehari (DOC) baik untuk final stock maupun parent stock, dimana induknya diimpor dari USA dan Eropa untuk jenis ayam pedaging dan petelur. Pangsa pasar CP untuk bibit ayam pedaging mencapai sekitar 35 %, sedangkan untuk bibit ayam petelur sekitar 25 %.
Usaha untuk mempercepat pemulihan industri perunggasan yang hampir bangkrut akibat krisis moneter, maka CP telah meningkatkan usaha peternakan ayam terpadu dengan pola kemitraan (PIR), dengan prinsip saling menguntungkan guna membantu para peternak kecil yang pada umumnya adalah pengusaha ekonomi lemah. Usaha tersebut mendapat tanggapan positif baik dari peternak sendiri maupun dukungan dari pihak pemerintah sehingga sampai saat ini pola PIR tersebut sudah menyebar ke 15 propinsi di Indonesia dengan jumlah DOC sekitar 3,5 juta ekor per minggu.
Selain kedua bisnis utama tersebut, CP juga menjual alat-alat peternakan baik produksi lokal maupun impor serta berbagai sarana peternakan yaitu obat-obatan, feed additive dan vaksin berkualitas prima untuk susksesnya usaha peternak baik yang mandiri maupun yang ikut kemitraan.  Sistem kemitraan di Grup CP yang dibangun mulai 1987  lebih kepada penetapan harga kontrak. Skala usaha plasma minimal 5.000 ekor/peternak, plus agunan sekitar 10% dari nilai sapronak dan surat perjanjian. Dengan pola semacam itu, CP telah merektut ribuan peternak yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan NTB.
Sementara itu, pengolahan daging ayam dilakukan oleh anak perusahaan Charoen Pokphand Group yaitu PT. Primafood International. Seluruh produk olahan ayam ini dikemas dan dipasarkan dengan merk Fiesta. 





PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. merupakan salah satu perusahaan terbesar dan merupakan perusahaan publik yang bergerak pada industri agribisnis di Asia. Kantor pusat perusahaan multinasional ini berlokasi di di Wisma Millenia Lt. 7 Jl. M.T. Haryono Kav. 16 Jakarta 12810, Indonesia  T. (021) 285 45640 (hunting) F. (021) 837 81041, dimana fasilitas dan kegiatan operasional tidak hanya ada di Indonesia tetapi juga berada di beberapa negara yang memiliki potensi ekonomi yang baik seperti di India, Srilanka, Myanmar dan Vietnam. PT Japfa Comfeed Indonesia, adalah penghasil protein hewani berkualitas dan terpercaya, yang dengan setia melayani kebutuhan serta menjadi kebanggaan Indonesia. Mengikuti motto "Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama"  menjadi titik tolak kesuksesan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Kegiatan bisnis Japfa Comfeed bergerak di bidang agribisnis yang meliputi pembudidayaan unggas, pengolahan udang dan untuk dikonsumsi seperti biskuit, kue kering, mint dan syrup. Usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan keunggulan bersaingnya, perusahaan ini melakukan integrasi sistem operasi upstream dandownstream. Sebagai pelaksanaan integrasi vertikalnya, perusahaan tetap memperhatikan keamanan bibit dan menjaga kesinambungan penyaluran produk-produknya dengan harga stabil, tanpa terpengaruh oleh fluktuasi dalam penyaluran dan permintaan.
Integrasi vertikal yang telah diuraikan di atas, perusahaan dapat menawarkan produk-produknya dengan harga yang lebih rendah dibandingkan kompetitor-kompetitornya. Kapasitas produksi pakan yang dimiliki sekarang ini lebih dari 1,6 juta ton dan produksi anak ayam dengan kemampuan daya tampung lebih dari 300 juta per tahun, perusahaan dapat memanfaatkan prinsip skala ekonomi(economics of scale) dalam proses produksinya.
Japfa Comfeed (JC) berdiri pada 1971 dan bergerak dalam bidang industri pakan ternak. Saat   ini   pemegang   saham  JC  terdiri  dari  Pacific Focus Enterprises, Ltd. (28,94%), JP Morgan Chase Bank (9,65%), Coutts Bank Von Ernst, Ltd. (9,15%), Rangi Management Ltd. (8,57%), BNP Paribas Private Bank Singapore (6,63%) dan publik dengan kepemilikan masing-masing kurang dari lima persen sebanyak (37,06%).
JC adalah salah satu perusahaan agrobisnis terintegrasi di Indonesia, saat ini  industri pakan ternak memiliki total kapasitas produksi 1,73 juta ton per tahun. Sementara itu, peternakan bibit ayam yang dikelola oleh anak perusahaan, PT Multibreeder Adirama Tbk, usaha aquakultur yang dikelola anak perusahaan, PT Suri Tani Pemuka. Lokasi pabrik pakan ternak dan peternakan tersebar di Lampung, Cirebon (Jawa Barat), Sidoarjo (Jawa Timur) dan Tangerang.
PT. Japfa Comfeed juga memiliki indutri yang terintegrasi mulai dari industri pakan ternak ayam, industri peternakan ayam dan industri pengolahan daging ayam. Produk olahan daging ayam berbentuk sosis dipasarkan dengan merk So Good.
Peternakan rakyat sebagai mitra, Peternakan rakyat yang jumlahnya lebih banyak dari pabrikan besar tersebut kini mulai tersingkir. Padahal sebelumnya peternakan rakyat inilah yang sebelumnya menguasai pasar, namun kini menjadi terpinggirkan. Hal ini disebabkan karena peternakan rakyat belum menggunakan teknologi modern yang membutuhkan investasi besar.

Berdasarkan keunggulan bersaing yang dimilikinya, Japfa Comfeed telah mengekspor produk-produknya ke negara-negara lain, seperti misalnya Jepang, dan Timur Tengah. Untuk membantu fasilitas ekspor, perusahaan telah membangun kantor pengembangan ekspor di Singapura.


Cheil Jedang Feed Indonesia 

CJ Feed Indonesia merupakan anak perusahaan Cheil Jedang dari Korea Selatan yang mulai berbisnis di Indonesia pada 1989. CJFI mengoperasikan 2 perusahaan pakan (feedmill) yaitu  PT. CJ Superfeed yang berdiri pada 1996 dan PT. CJ Feed Jombang yang berdiri pada 2004. Pabrik pakan ternak ini masing-masing berlokasi di Serang, Banten dan Jombang, Jawa Timur dengan total kapasitas produksi 750.000 ton per tahun. 
Pakan ternak yang diproduksi CJ Feed terdiri dari pakan broiler, layer, breeder, babi, puyuh, konsentrat dan udang. untuk melayani permintaan pelanggan yang berada di wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, Sumatera dan Kalimantan. Produk pakan ternak yang diproduksi CJS menggunakan merk Superfeed. 
PT. Super Unggas jaya 
Pada 1997 PT Cheil Jedang Feed Indonesia yang bergerak dalam industri pakan ternak ayam yang diproduksi menggunakan merk Superfeed, mendirikan PT. Super Unggas Jaya (PT. SUJ). PT. SUJ  bergerak dalam industri peternakan yang memproduksi DOC dengan kapasitas . 20 juta ekor per tahun. Peternakan ini berlokasi di Tutur, Jawa Timur. Produk DOC ini menggunakan merk Superchicks. SUJ melakukan ekspansi dengan membangun lagi 9 unit peternakan ayam di berbagai daerah termasuk Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Sehingga kini total produksi DOCnya mencapai 54 juta ekor per tahun.  CJ Feed menerapkan sistem kemitraan dengan  skala usaha peternak mitra minimal 4.000 ekor/peternak. Syarat lainnya, tak jauh beda dengan produsen lain, saat ini peternak plasmanya kini baru ada di Banten dan Jabar.



Cargill

Cargill memberikan solusi produktivitas ternak yang disesuaikan untuk produsen komersial di Amerika, Eropa, dan Asia. Daripada berfokus pada produk nutrisi standar, kita menciptakan campuran bahan disesuaikan dan program manajemen untuk menyesuaikan setiap situasi.
Nutrisi adalah pendorong utama kinerja hewan
Untuk menjalankan bisnis yang sukses, peternak harus mengelola banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan, pertumbuhan, kesehatan dan produktivitas ternak mereka. Banyak aspek kinerja dan produktivitas hewan sangat dipengaruhi oleh nutrisi. Sebagai siklus hidup binatang itu berlangsung, kebutuhan gizi dapat berubah, dan tujuan produksi juga mendorong kebutuhan gizi.
Cargill konsultan nutrisi hewan kami, yang ahli di bidangnya masing-masing, bekerja sama dengan petani untuk menyesuaikan-membuat program pemberian makanan berorientasi kinerja melalui mana hewan menerima nutrisi yang tepat dalam jumlah yang tepat pada saat yang tepat. Dengan solusi makan inovatif kami kami membantu untuk memberikan yang optimal pembangunan, pertumbuhan, kesehatan dan kinerja hewan, dan berkontribusi pada keberhasilan kegiatan pertanian.
di Indonesia
Modern Cargill pabrik pakan di Serang, Banten.We memulai bisnis nutrisi hewan kami di Indonesia pada tahun 1974 dengan mendirikan pabrik pakan kecil di Bogor, Jawa Barat. Selama bertahun-tahun bisnis kami tumbuh secara substansial, dan kita sekarang melayani ratusan petani di seluruh Indonesia dengan solusi nutrisi hewan disesuaikan untuk unggas, babi, dan budidaya. Kami memproduksi lebih dari 100 jenis produk pakan berkualitas tinggi di pabrik enam pakan yang kita memiliki dan mengoperasikan. Ini terletak di: Deli Serdang, Sumatera Utara, Serang, Banten,Gunung Putri, Jawa Barat, Semarang, Jawa Tengah, Pasuruan, Jawa Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan.


PT Sierad Produce Tbk

PT Sierad Produce Tbk ( "Perseroan") adalah sebuah entitas hasil merger pada tahun 2001 dari empat perusahaan yang melakukan bisnis inti dari Sierad Group. Ini adalah PT Anwar Sierad Tbk, PT Sierad Produce Tbk, PT Sierad Feedmill dan PT Sierad Grains. bisnis inti meliputi produksi primer diolah dan pakan unggas, pembibitan dan penetasan, tumbuh pertanian, menyembelih dan produksi diproses lebih lanjut dan nilai tambah produk ayam, peralatan peternakan dan produksi tepung ikan. Perusahaan, dahulu PT Betara Darma Ekspor Impor, didirikan pada tanggal 6 September 1985. merupakan hasil penggabungan dari empat perusahaan pada tahun 2001, yaitu PT Anwar Sierad Tbk, PT Sierad Produce Tbk, PT Sierad Feedmill dan PT Sierad Grains.
Sierad Produce (SP) bergerak dalam bidang peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, pemotongan ayam dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage. Selain itu SP juga bergerak dalam industri pakan ternak,  industri pengeringan jagung dan industri obata-obatan dan vitamin hewan. Peternakan dan pabrik pengolahan tersebar di Tangerang, Bogor, Sukabumi, Lampung dan Sidoarjo. Saat ini SP merupakan salah satu produsen pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.
Perusahaan tumbuh usahanya melalui komitmen untuk menyediakan produk berkualitas baik dengan standar internasional. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan sangat diakui diterima seperti HACCP (Hazard Analysis dan Critical Control Point), ISO 9001 dan Sertifikat HALAL yang dikeluarkan oleh Muslim Indonesia Scholar Dewan karena kepatuhan pemotongan metode yang sesuai dengan hukum Islam. Pelaksanaan teknologi keamanan bio yang ketat, menjamin bahwa produk yang higienis, sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Melalui visi, "Menjadi perusahaan makanan terkemuka terpadu berbasis unggas-di Indonesia yang menciptakan nilai pemegang saham yang berkelanjutan dengan melebihi harapan para pemangku kepentingan kami dengan keunggulan", Sierad Produce selalu berkomitmen untuk menyediakan produk berkualitas yang inovatif dan baik dengan harga yang terjangkau serta mengoptimalkan sumber daya keseluruhan yang tersedia.

Perusahaan yang berawal dari penjual telur eceran di pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Kemudian berkembang membangun Rumah Potong Ayam yang terletak di jabaon, Jawa Barat ini merupakan yang terbesar di Indonesia, yang memiliki kapasitas produksi 8.000 ekor per jam. Produk olahan ayam yang dihasilkan dikemas dengan merk Delfarm,  yang tersedia di berbagai supermarket besar di Indonesia. 
Tahun 2008 ini SP membangun tiga pabrik baru di Magelang, Jawa Tengah yang akan selesai pada awal 2009. Dengan tambahan pabrik baru tersebut SP peningkatan produksi ayam ternak sebesar 420 ribu per minggu menjadi 2.000.000 per minggu. Sementara ayam petelur diharapkan bisa mencapai 300 ribu per pekan.
Saat ini, pangsa pasar SP tercatar sebesar 7% untuk peternakan ayam berusia sehari (DOC) dan 7% untuk pasar pakan ternak. Sementara itu, pada 2007 SP behasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp 27,5 miliar. 
Untuk 2008 dengan adanya sisa modal kerja yang belum terpakai sebesar Rp 225 miliar dari Bank BNI dan peningkatan kapasitas produksi, SP menargetkan pendapatan naik 60% begitu juga dengan laba bersih.
Pada pertengahan 2008  SP mendapat pinjaman sebesar Rp 310 miliar dari BNI untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Dana tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi Day Old Chick (DOC/anak ayam) sebanyak 565 ribu ekor per minggu. Saat ini kapasitas produksi DOC sekitar 1,6 juta ekor per minggu.
Bisnis utama SP adalah produksi pakan ternak dan DOC. Tahun 2008, porsi pakan ternak terhadap penjualan SP sebesar 54,1%, sedangkan DOC 44%. Tahun 2008, SIPD memproduksi pakan ternak sebanyak 400 ribu ton, tumbuh 25% dari tahun lalu. Untuk DOC, pertumbuhannya ditargetkan sekitar 18% atau di atas 100 juta ekor.
Hingga saat ini Sierad Produce, misalnya telah mejalin kemitraan dengan sekitar 1.000 peternakan rakyat yang tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dari produksi DOC sebanyak 1,5 juta ekor per minggu, sekitar 900.000 ekor yang diserap peternak mitra, sisanya dijual kepada peternak mandiri. Sierad akan meningkatkan program kemitraan, dengan demikian semakin banyak DOC yang terserap peternak mitra, sehingga akan meningkatkan utilisasi produksi pakan ternaknya yang kini akan 55%. Baru-baru ini Sierad mendapatkan kredit dari sebesar Rp 225 miliar dari Bank BNI untuk ekspnasi termasuk meningkatkan kemitraan dengan peternak, kemitraan dengan rumah potong ayam.


Malindo Feedmill

Pada awalnya bernama PT. Gymtech Feedmill Indonesia yang berdiri sejak 1998, kemudian nama perusahaan berubah menjadi Malindo Feedmill.  Malindo merupakan salah satu perusahaan milik keluarga Lau dari Malaysia yang memperoleh pengarahan teknis perternakan ayam dan pakan ternak dari perusahaan teratas di negara itu yaitu Leong Hup Holding Berhard dan Emivest Bhd. Leong Hup Holding memiliki pangsa pasar mencapai 30% untuk industri DOC di Malaysia. Sedangkan Emivest berpengalaman sebagai perusahaan pakan ternak selama 15 tahun.
Malindo bergerak di bidang produksi dan penjualan pakan ternak dengan kapasitas produksi 438 ribu ton per tahun. Malindo juga mengoperasikan  pembibitan dan distribusi DOC ras pedaging dan petelur. Melalui anak perusahaannya, PT Bibit Indonesia mampu menguasai 6% pangsa pasar di Indonesia. Saat ini, kapasitas produksinya mencapai 100 juta DOC per tahun.  
Malindo membangun peternakan berkapasitas 18 juta DOC per tahun di Pasuruan, Surabaya terdiri dari 2 area pembibitan dan satu area penetasan yang mulai berproduksi pada pertengahan 2007. 
Pada akhir 2007 MF telah menyiapkan dana sebesar US$ 26 juta untuk membangun pabrik pakan ternak berkasitas 360 ribu ton per tahun. Pabrik baru yang akan dibangun pada pertengahan 2008 ini berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten dengan investasi sekitar Rp 100 miliar.



PT. Wonokoyo Jaya Corporindo

PT. Wonokoyo Jaya Corporindo bersama dengan berbagai unit usahanya bersatu menjadi WONOKOYO GROUP adalah perusahaan yang bergerak di bidang Industri PerunggasanTerpadu.  Didirikan tahun 1983 di Desa Wonokoyo, Pasuruan-Jawa Timur, sebagai perusahaan pembibitan anak ayam (Breeding Farm). Dalam waktu yang relatif singkat, WONOKOYO GROUP berhasil memposisikan diri sebagai pelaku bisnis perunggasan papan atas yang sangat diperhitungkan dan disegani di Indonesia
Demikian juga sistem kemitraan yang dilakukan oleh PT Wonokoyo, sistem dan persayaratan yang diterapkan hampir sama dengan pabrikan lain. Hanya saja skala usaha plasma minimal 10.000 ekor/peternak. Kemitraan itu sudah diterapkan sejak 1999, tapi masih terbatas di Jawa, khususnya Jatim.
Wonokoyo mengembangkan pola kemitraan dengan menjalin kerjasama dengan perternakan rakyat. Perusahaan besar tesebut menyiapkan dana awal untuk membuka usaha peternakan rakayat, produsen memberi fasilitas pemeliharaan dan sapronak (sarana produksi peternakan) seperti bibit DOC, pakan, obatan-obatan, vitamin. Sedangkan. tugas sebagai peternak hanyalah mengusahakan agar anak ayam (DOC) tetap sehat dan panen tepat waktu. 
Produsen besar umumnya menjanjikan insentif jika konsumsi pakan atau food convertion ratio (FCR) memenuhi standar perusahaan umumnya sekitar 1% atau akan mendapatkan 30% dari selisih harga kontrak dengan harga pasar..
Jenis-jenis pola kemitraan, umumnya kemitraan di Indonesia memiliki konsep contract farming antara produsen pakan ternak besar dengan para peternakan rakyat.  Konsep kemitraan secara umum yaitu dimana seorang peternak memelihara ayam untuk sebuah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal. Ada dua pihak yang terlibat dalam kemitraan, yakni peternak dan perusahaan. 
Biasanya peternak menyediakan tanah, kandang, peralatan dan tenaga kerja. Sedangkan perusahaan menyediakan bibit berupa DOC (day old chicken), pakan, obat-obatan dan pengarahan manajemen.   
Setelah ayam yang dipelihara berusia 35 hari dan laku dijual, peternak baru mendapat hasilnya. Untuk pola kemitraan ternak ayam ini, bagi hasilnya meliputi dua bentuk. Pertama, setelah panen, peternak hanya mendapat upah sekitar Rp500 per ekornya. Kedua, peternak menerima upah dari selisih perhitungan antara jumlah modal yang diberikan dan hasil penjualan ayam. Dalam pola kemitraan ini, perusahaan akan menjamin harga minimum ayam siap jual, artinya bila harga ayam di pasar jatuh, peternak tidak akan dirugikan karena produksi ayam akan dibeli perusahaan inti dengan harga dasar yang telah disepakati.

PT. Cipendawa Agroindustri Tbk
PT. Cipendawa Farm Enterprise merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan unggas. Usaha peternakan yang dijalani oleh Perseroan terintegrasi mulai dari proses pengolahan makanan ternak, pengembang-biakkan dan operasi pengolahan pabrik. Produk utama dari Perseroan adalah Day Old Chicks (DOC) dari bibit akhir dan bibit ayam (parent stock) untuk ayam pedaging (broiler) dan ayam petelur (layer). Perseroan merupakan franchisedistributor eksklusif dari Hubbard Farms Research and Development dari Walpole, New Hampshire, Amerika Serikat dan DeKalb Poultry Research Inc, dari DeKalb, Illinois, Amerika Serikat, untuk Indonesia. Perseroan mendistribusi daging dan telur hasil kembang biakHubbard (Hubbard Broiler dan Hubbard Golden Cornet) dan telur hasil kembang biak Dekalb dari DeKalb-Warren S*x-Sal-Link (ayam petelur coklat) dan DeKalb XL-Link (ayam petelur putih). Perseroan mendiversifikasikan produknya ke dalam berbagai jenis: whole chicken, spring chicken, partings, boneless, chicken tulip, chicken slice, minced chicken meat.
PT. Buana Superior Feedmill, merupakan salah satu anak perusahaan, yang memproduksi makanan komplit dan terkonsentrasi untuk ayam ternak dan unggas lainnya. Pabrik dari perusahaan ini memiliki kemampuan untuk memproduksi 60 ton makanan per jam menggunakan peralatan komputerisasi dan mempunyai delapan silo dengan kapasitas penyimpanan sebesar 12.000 ton. Produk dibuat dalam bentuk pellet atau mesh, dalam bentuk yang komplit atau terkonsentrasi, dan dipasarkan dengan merk dagang “Buana Feed”.
Perseroan berternak ayam, menetaskan telur dan memproduksi bibit ayam. Benih ayam diimpor dari Hubbard Broiler, Hubbard Golden Comet dan DeKalb-Warren SSL. Perseroan juga mengimpor bibit-bibit ayam seperti DOC yaitu bibit murni yang berasal dari bibit-bibit-bibit ayam di Amerika Serikat.
Penjualan utama Perseroan adalah DOC, produk utama dari bibit ayam. Perseroan juga menjual anak ayam yang ditetaskan dari telur bibit-bibit ayam. Perseroan menjalankan 7 peternakan, 4 untuk bibit ayam dan 3 untuk bibit-bibit ayam. Dua peternakan bibit ayam untuk ayam pedaging (broiler) berlokasi di Cipanas dan Megamendung meliputi 25 dan 115 hektar. Peternakan Hambalang ayam petelur I memproduksi ayam petelur, sementara Peternakan Hambalang II memproduksi ayam pedaging. Tiga peternakan Hambalang bibit ayam berlokasi di Citeureup meliputi area seluas 850 hektar. Telur diekspor ke Philipina dan Brunei, sedangkan DOC diekspor ke Malaysia, Singapura, Philipina dan Brunei Darussalam. Pada bulan Juli 1998, Perseroan memutuskan untuk menutup peternakan bibit-bibit ayam pedaging dan peternakan bibit ayam pedaging karena kekuatan pembelian konsumen yang semakin mengecil, sehingga mengakibatkan kedua peternakan mengalami kerugian. Pada bulan Juli tahun 1998, Perseroan mengambil keputusan untuk menutup peternakan bibit-bibit ayam pedaging dan bibit ayam pedaging, sebagai akibat dari menurunnya kemampuan bayar konsumen yang mengakibatkan kerugian bagi kedua peternakan tersebut. Perseroan mempertahankan peternakan bibit-bibit ayam petelur termasuk peternakan bibit ayam petelur yang berlokasi di Cipanas, guna mempertahankan pasar ekspor ke Singapura.
Semua pengolahan peternakan unggas berada di bawah PT. Satopati Perkasa, perusahaan afiliasi Perseroan. PT Satopati menggunakan Blast Freezer Unit yang memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 500 ton untuk menjaga kesegaran makanan ternaknya. Proses produksi meliputi berbagai tingkat produksi dari pemotongan sampai pembersihan, pencabutan bulu, eviscerating, pendinginan, penilaian, penimbangan, hingga pengemasan.
Produk makanan didistribusikan di bawah merk dagang “SP Chick’s”, dipasok dalam keadaan didinginkan ataupun beku dan diproses dalam bentuk whole, halves, quartered, cut up, boneless, dan selanjutnya. Makanan ternak dipasok ke restoran, fried chicken fast food outlet, hotel, catering, supermarket, meatshops, perusahaan minyak, dan sebagainya. Perseroan menghentikan sementara aktifitas pabrik peternakan, menyusul penutupan kedua peternakan pengembangbiakkan.
Perusahaan bergabung dengan PT. Buana Superior Feedmill, dalam hal operasi dan penjualan, dan PT. Satopati Perkasa, dalam hal pengoperasian pabrik pengolahan peternakan.   

Dan masih banyak perusahaan ternak unggas yang lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Salam

Banner Header

iklan monggo

Banner Header

Anda tertarik

Banner Header

Sukses

Banner Header

Iklan disini

Banner Header

Silahkan hubungi

Banner Header

Berjamaah

Banner Header

Iklan jugo

Banner Header

085368986578

Banner Header
 
Blogger Templates