Pages

Ads 468x60px

Text Widget

Selasa, 21 Februari 2017

Macam macam Ayam



Ayam merupakan salah satu jenis unggas bersayap (aves) spesies gallus gallus yang dapat diternak untuk diambil manfaatnya seperti daging, telur, bulu, suara dan sebagainya. Ayam yang kita kenal saat ini adalah jenis ayam peliharaan (Gallus gallus domesticus) yaitu ayam hasil domestikasi  yang biasa dipelihara orang untuk keperluan hidup pemeliharanya. Dalam perkembangannya ayam peliharaan selanjutnya disingkat ayam saja. Ayam peliharaan merupakan keturunan langsung dari salah satu subspesies ayam hutan yang dikenal sebagai ayam hutan merah atau ayam bangkiwa (bankiva fowl). Hingga saat ini, kawin silang antar ras ayam telah menghasilkan ratusan galur unggul/murni (satu generasi keturunan dari suatu individu) dengan berbagai macam fungsi.
Ciri khas khusus yang membedakan ayam dengan jenis unggas lainnya adalah sistem Perkelaminannya yang diatur oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologi tubuhnya, ayam betina dapat berganti kelamin menjadi jantan. Hal ini dikarenakan ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman dan sewaktu-waktu dapat aktif.

AYAM BERDASARKAN FUNGSINYA
Secara umum ternak adalah pembagian ternak yang didasarkan atas kemampuan ternak yang bersangkutan dalam hal memproduksi suatu hasil atau jasa. Hal serupa berlaku juga pada ayam, dimana ayam kemudian dikelompokkan dalam beberapa macam berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh ayam itu sendiri.
Dari beberapa persilangan bangsa ayam di dunia, kemudian dikembangkan menjadi beberapa jenis ayam komersil berdasarkan produktivitas dan fungsinya, yakni:



1.    Ayam Pedaging (Broiler) ; merupakan jenis ayam yang dipelihara untuk diambil dagingnya.



2.    Ayam Petelur (Layer) ; merupakan jenis ayam yang dipelihara untuk diambil telurnya. 




3.    Ayam  Dwi Guna (Dual Purpose) ; merupakan jenis ayam yang dipelihara untuk diambil daging dan telurnya.





4.    Ayam Hias / Timangan (Pet, Klangenan) ; merupakan jenis ayam yang dipelihara karena memiliki bentuk tubuh cantik, warna bulu yang indah ataupun suara yang bagus.



5.    Ayam Sabung / Aduan ; merupakan jenis ayam yang dipelihara untuk tujuan aduan atau permainan sabung.

  

BANGSA AYAM
Bangsa ayam adalah kelompok ayam yang merupakan bagian dari kelompok yang sama atau hampir sama, dimana sifat sifat tersebut dapat diturunkan kepada keturunannya.
Bangsa - bangsa ayam yang dikenal sekarang terdiri dari:

Ayam Bukan Ras (Buras / Lokal)
Ayam buras sebenarnya merupakan ayam kampung (ayam yang berkeliaran bebas disekitar pekarangan rumah; terdapat hampir diseluruh pelosok Indonesia).  Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampung. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam Buras (Bukan Ras) bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya / tidak sekadar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri.
Ayam Buras mempunyai banyak varietas dan spesies, diantaranya adalah sebagai berikut:



1.    Ayam Bekisar ; merupakan jenis ayam hasil perkawinan antara ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam kampung betina/ayam buras (Gallus domesticus). Ciri – ciri umum: warna bulunya hitam kehijauan dan mengkilap dengan plisir kuning emas serta memiliki suara yang bagus dan halus.





2.    Ayam Pelung : merupakan salah satu jenis ayam asli Indonesia, asal Cianjur, Jawa Barat, sekarang tersebar di seluruh Nusantara, dan bahkan mulai merambah dunia. Ciri – ciri umum: bulunya mengkilat indah dan memiliki keunggulan suara yang mengalun panjang dan merdu.






 3.    Ayam Kedu ; merupakan salah satu jenis ayam asli Indonesia. Ciri – ciri umum: kulit ada yang putih dan dan ada yang hitam dengan jengger besar warna merah atau hitam.





4.    Ayam Cemani ; Masih sedikit yang diketahui tentang bangsa ini. Cemani adalah nama sebuah desa di daerah Solo, Jawa Tengah. Ayam cemani ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur, pulau Madura dan Sumatera. Hasil persilangan dan varian ayam cemani banyak ditemukan. Ayam Cemani, khususnya yang berwarna hitam legam dapat memiliki harga jual yang tinggi oleh karena beberapa orang percaya bahwa ayam tersebut memiliki kekuatan mistik. Ciri – ciri umum: paling penting dari ayam cemani ini adalah semuanya hitam: bulu hitam dengan kilau kehijauan, kaki dan kuku hitam, paruh dan lidah hitam, jengger dan pial hitam, daging dan tulangnya hitam dan  organ dan darahnya berwarna hitam.




5.    Ayam Nunukan ; Ayam nunukan disebut juga ayam Tawao. Ayam ini merupakan ayam lokal yang berkembang di Pulau Tarakan, Kalimantan Timur. Ciri – ciri umum: warna bulunya merah cerah atau merah kekuning-kuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna. Sementara paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pial berwarna merah cerah. Jenggernya berbentuk wilah dan bergerigi delapan.





6.    Ayam Sumatera ; merupakan ayam lokal dari Sumatera Barat. Penampilan perawakannya tegap, gagah ,tetapi ukuran tubuhnya kecil. Ayam Sumatra jantan berkepala kecil, tetapi tengkoraknya lebar. Pipinya penuh (padat), keningnya tebal, dan pialnya menggantung ke bawah. Paruh ayam Sumatera umumnya pendek dan kukuh berwarna hitam, dengan cuping kecil dan berwarna hitam. Ayam Sumatra memiliki jengger berbentuk wilah dan berwarna merah. Kulit muka juga berwarna merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang.





7.    Ayam Bangkok ; merupakan jenis ayam yang berasal dari Bangkok (Thailand) namun sejak dahulu sudah ada di Indonesia sehingga sifat dan karakteristiknya dikategorikan ayam buras.  Ciri – ciri umum: badan tinggi, ramping dan tegap, kepalanya oval seperti bauah pinang serta pandai bertarung dengan teknik tinggi.




Ayam Ras
Ayam ras merupakan jenis ayam unggul yang induk atau nenek moyangnya merupakan ayam impor yang telah mengalami perbaikan genetik melalui proses persilangan dan seleksi dengan tujuan produksi sebagai penghasil daging maupun telur.
Menurut buku The American Standart of Perfection  bangsa unggas khususnya ayam dikelompokkan dalam empat kelas yaitu kelas Asia, kelas Amerika, kelas Inggris dan kelas Mediterania.

Berdasarkan buku standar, terdapat 11 kelas ayam, namun ada 4 kelas yang dianggap penting untuk dipelajari, yaitu : Kelas Inggris, Kelas Amerika, Kelas Mediterania, dan Kelas Asia

1.    Kelas Asia
Merupakan kelompok ayam yang dikembangkan di wilayah Asia. Karakteristik bentuk tubuh besar, bulu merapat tubuh, cuping berwarna merah, dan kerabang telur beragam, dari coklat kekuningan sampai putih. Ciri khas cakar berbulu, kulit berwarna putih sampai gelap dan merupakan tipe pedaging.
Contohnya:
1.      Brahman
2.      Langshams
3.      Cochins
2.    Kelas Amerika
Merupakan kelompok ayam yang dibentuk dan dikembangkan di Amerika Serikat dengan karakteristik bentuk tubuh sedang, cuping telinga berwarna merah, bulu mengembang, dan kulit berwarna putih. Ciri khas lain kulit telur berwarna coklat kekuningan, cakar tidak berbulu, dan  terkenal  sebagai  tipe dwiguna.
Contohnya:
1.      Rhode Island Red
2.      Jersey
3.      Plymouth Rock
4.      Hampshire
5.      Wyandotte
3.    Kelas Inggris
Merupakan sekelompok ayam yang dibentuk dan dikembangkan di Inggris dengan karakteristik bentuk tubuh besar, cuping berwarna merah, kulit putih, kerabang telur coklat kekuningan, dan bulu merapat ke tubuh. Merupakan tipe pedaging
Contohnya:
1.      Opington
2.      Suxes
3.      Cornish
4.      Austrolops
5.      Dorcking
Note : Ayam bangsa cornish terutama white cornish biasanya dijadikan pejantan untuk pembentukan ayam pedaging. Dikawinsilangkan dengan betina plymouth rock
4.    Kelas Mediterania
Merupakan kelompok ayam yang dikembangkan di sekitar Negara dan pulau di Laut Tengah seperti Spanyol dan Italia. Karakteristik bulu mengembang, cuping telinga berwarna putih, bentuk tubuh ramping, warna kulit putih, dan kerabang telur telur putih, dan merupakan tipe petelur.
Contoh:
1.      Leghorn
2.      Minorca
3.      Anconas

Ciri-ciri berdasarkan tipe

 a.  Tipe petelur
     Ayam yang nilai komoditas ekonominya di telur, dikarenakan menghasilkan jumlah telur yang banyak dalam kurun waktu tertentu. namun setelah masa afkirnya, dagingnya pun masih dapat untuk dijual namun tidak sebagus dengan tipe pedaging.
·         Sifat : nervous atau mudah terkejut
·         Karakteristik : tubuh ramping, bulu mengembang, cuping telinga berwarna putih, kerabang telur berwarna putih, produksi telur tinggi namun pertumbuhan lamban.
·         Jumlah telur : 200 butir/ekor/tahun
·         Efisiensi dalam penggunaan ransum untuk membentuk telur
·         Tidak memiliki sifat mengeram
·         Contoh kelas : Kelas Mediterania
 b.  Tipe pedaging
     Ayam yang nilai komoditasnya terdapat di daging, masa panennya cukup singkat yaitu 21 hari dikarenakan kememampuannya mengubah ransum menjadi bobot badan dengan pertumbuhan yang cepat.
·         Sifat : tenang
·         Karakteristik : tubuh besar, bulu merapat ketubuh, cuping telinga berwarna merah, kulit putih, produksi telur rendah namun pertumbuhan cepat.
·         Contoh kelas : kelas Inggris, kelas Asia
 c.  Tipe dwiguna
     Ayam yang dapat dimanfaatkan menjadi ayam petelur ataupun pedaging, namun hasilnya tidak semaksimal ayam tipe lain. Ketika dijadikan ayam petelur maka jumlah telur tidak akan sebanyak dengan kelas petelur, dan ketika dijadikan kelas pedaging konversi pakannya tidak semaksimal pedaging, sehingga bobotnya tidak sebesar pedaging namun cukup besar dari ayam petelur.
·         Sifat : tenang
·         Karakteristik : tubuh sedang, produksi telur sedang, pertumbuhan sedang, kulit telur berwarna cokelat.
·         Contoh kelas :  Kelas Amerika

DAFTAR PUSTAKA

Suprijatna, et al. 2008. ILMU DASAR TERNAK UNGGAS. Jakarta : Penebar Swadaya
Sumber : Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Salam

Banner Header

iklan monggo

Banner Header

Anda tertarik

Banner Header

Sukses

Banner Header

Iklan disini

Banner Header

Silahkan hubungi

Banner Header

Berjamaah

Banner Header

Iklan jugo

Banner Header

085368986578

Banner Header
 
Blogger Templates